a) Hemparalisis atau paresis sementara, terutama pada wajah dan lengan.
b) Berkaitan dengan disestesia ringan (Mati rasa / kesemutan) pada ekstremitas kontralateral.
c) Gangguan bicara sementara (bila lesi hemisfer dominan).
d) Amaurosis fugaks
e) Sakit kepala ipsilateral dalam area frontal agak sering ditemukan.
Berikut ini kelainan yang ditimbulkan akibat sumbatan pada cabang arteri karotis interna: 7
A. Obstruksi dari tunggul arteri serebri media yang mengenai hemisfer dominan yaitu hemiparalisis kontralateral terutama wajah dan lengan, hemianestesia kortikal kontralateral, afasia total, agrafia, aleksia, apraksia dan hemianopsia homonim kontralateral. Jika meliputi hemisfer non dominan akan terjadi hemiplegia dan hemianestesia kontralateral seperti juga hemianopsia, apraksia dan kemungkinan anosognosia.
B. Obstruksi dari arteri striatum dari arteri serebri media menghasilkan paralisis wajah dan hipoglosus kontralateral. Jika lesi melibatkan hemisfer dominan, juga akan terjadi afasia motorik karna kerusakan area Broca dalam sepertiga posterior dari konvolusi frontalis ketiga.
C. Obstruksi dari cabang rolandik, menyebabkan hemiparalisis brakhiofasilis.
D. Obstruksi cabang-cabang selanjutnya yang memperdarahi area parietalis, oksipitalis dan temporalis dari hemisfer yang dominan menghasilkan defisit kortikal sensorik dan kuadrantanopsia atau hemianopsia kontralateral akibat terlibatnya radiasio optika, afasia sensorik, dan kemungkinan aleksia, agrafia, akalkulia, apraksia idiokinetik, gangguan kanan / kiri, agnosia jari dll.
E. Obstruksi dari arteri serebri anterior, gejalanya berupa hemiparesis kontralateral dengan kelumpuhan tungkai lebih menonjol, gangguan mental bila mengenai lobus frontal, gangguan sensibilitas, pada tungkai yang lumpuh, inkontinensia dan kejang-kejang.
F. Obstruksi dari arteri rekuren Heubner menghasilkan kelemahan kontralateral dari wajah, lidah dan lengan.
G. Obstruksi arteri koroidalis anterior menyebabkan iskemia bagian bawah krus posterior kapsula interna, sebagian dari radiasio optika, dua per tiga medial dari palidum dan separuh dari korpus genikulatum lateral dan nukleus subtalamik. Gejala klinisnya, hemiparalisis dan hemihipestesia kontralateral, seperti juga hemianopsia.
0 comments
Post a Comment